Katalog Hak Internasional

Katalog Hak

Tinjau seri dan susunan buku berdasarkan kategori.

Langkah 3

Daftar Buku

Tinjau buku-buku dalam seri ini dan buka pratinjau sampel yang tersedia.

Pertumbuhan & Perkembangan

Dongeng Pertumbuhan dan Perkembangan

Seri buku bergambar pertumbuhan dan perkembangan yang membahas enam bidang utama perkembangan anak usia dini melalui 60 tema kehidupan, termasuk tubuh, karakter, emosi, bahasa, sosialitas, dan pendidikan tubuh. Panduan orang tua sangat berguna untuk bimbingan sehari-hari.

1-5세 Buku 60 pratinjau sampel 5

Buku 1

Kotoran Masuk ke Toilet!

Toilet training dapat memengaruhi perkembangan kepribadian anak, karena itu sebaiknya jangan memarahi anak dengan kasar saat ia tidak sengaja buang air di tempat yang salah. Pujian dan dorongan membantu anak berlatih tanpa tekanan. - Profesor Lee Kyung-sun, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 2

Nyam-nyam, Gulp-Gulp, Ayo Main!

Anak-anak lebih menikmati makan ketika mereka merasa bahagia. Daripada memaksakan makanan, sikap santai dan pujian bisa membantu anak membangun kebiasaan makan yang sehat. - Profesor Lee Kyung-sun, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 3

Apa yang Sedang Kamu Lakukan?

Pertama, amati apakah anak Anda menunjukkan minat pada tubuhnya. Ketika anak Anda menjadi penasaran dengan tubuhnya, nyanyikan lagu tentang tubuh bersama-sama dan dorong mereka untuk menggunakan indranya dan mengungkapkan apa yang mereka rasakan. - Profesor Kyung-sun Lee (PhD Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan) -

Buku 4

Ibu Adalah Favoritku!

Sangat wajar bagi anak-anak untuk merasakan dan mengekspresikan emosi yang sulit. Panduan untuk orang tua ini mendorong orang dewasa menerima perasaan tersebut dengan tenang, sehingga anak-anak belajar mengekspresikan emosi dengan lebih sehat. - Profesor Lee Jung-hwa, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Indiana -

Buku 5

Mengendarai Selimut Berbulu bersama Ayah

Anak-anak mempunyai ekspektasi yang berbeda terhadap ibu dan ayah selama bermain, dan mereka sering kali sangat menikmati interaksi dengan ayah. Bermain dengan Ayah membantu anak mengembangkan kemandirian, kemampuan memecahkan masalah, dan rasa pencapaian. Meskipun Anda tidak percaya diri dalam bermain, libatkanlah anak Anda secara aktif. Bagi anak Anda, Ayah akan dikenang sebagai teman bermain terbaik. - Profesor Kyung-sun Lee (PhD Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan) -

Buku 6

Apa yang Harus Kita Lakukan Saat Bayi Sakit?

Jika anak menolak obat, jangan dipaksakan. Temukan alasannya dan bantu anak menerima obat, sekaligus mendorong anak agar mau sembuh. - Profesor Lee Kyung-sun, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 7

Tarzan Kecil Berkata Halo

Menyapa dengan sopan merupakan salah satu kebiasaan sehari-hari yang paling mendasar. Karena sebagian besar kebiasaan dasar dimulai dari rumah, teladan orang tua sangatlah penting. - Profesor Lee Jung-hwa, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Indiana -

Buku 8

Piknik Keluarga Ikan

Bantulah anak-anak mengingat nama dan nomor telepon orang tuanya, dan ajari mereka berulang kali untuk tidak mengikuti orang asing. Yang terpenting, jangan pernah meninggalkan anak sendirian, meski hanya sebentar, saat pergi keluar bersama. - Profesor Lee Soo-ryun, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 9

Astronot Kecil Bulat

Anak-anak yang memahami dan mengekspresikan emosi dengan baik cenderung bermain baik dengan teman-temannya dan menjadi lebih mampu bersosialisasi. Doronglah anak untuk berbicara jujur mengenai perasaannya dan akui perasaan tersebut. - Profesor Lee Kyung-sun, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 10

Jangan Mengamuk, Gunakan Kata-katamu

Bantulah anak memahami bahwa menangis bukanlah cara yang tepat untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Jika orang dewasa mengalah setiap saat karena lebih mudah, anak-anak mungkin menangis kapan pun mereka menginginkan sesuatu. Tunjukkan minat ketika mereka mengungkapkan kebutuhannya dengan kata-kata. - Profesor Lee Jung-hwa, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Indiana -

Buku 11

Si Kecil Kotor Sedang Mandi

Bagi anak-anak, mencuci seharusnya terasa menyenangkan. Orang tua dapat ikut serta dan membantu rutinitas seperti mencuci muka dan mandi menjadi pengalaman yang menyenangkan. - Profesor Lee Kyung-sun, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 12

Inilah Kumannya!

Kebiasaan dasar sehari-hari memerlukan bimbingan berulang-ulang hingga menjadi alami. Bagi rutinitas kebersihan menjadi langkah-langkah kecil dan contohkan dengan jelas. Teladan orang tua sendiri juga sangat membantu. - Profesor Lee Kyung-sun, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 13

Pakaian Musim Dingin Sarah

Sifat keras kepala seorang anak dapat menjadi tanda alami dari otonomi dan inisiatif. Tunggu hingga anak menilai dan memutuskan secara mandiri, dan gunakan konsekuensi alami untuk membantu anak memahami hasilnya. - Profesor Lee Kyung-sun, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 14

Anak Domba Kecil yang Tidak Mau Tidur

Untuk tidur, kualitas lebih penting daripada kuantitas. Atur waktu tidur yang teratur dan ciptakan lingkungan tidur yang nyaman agar anak dapat beristirahat dengan nyenyak. - Profesor Lee Kyung-sun, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 15

Si Babi Kecil Merapikan Kamar

Cerita ini mendukung perkembangan kebiasaan merapikan. Buku ini mendorong pengasuh untuk tidak membereskan semuanya bagi anak, melainkan membuat aturan merapikan bersama dan menyediakan tempat penyimpanan yang sesuai dengan ukuran anak agar mereka ikut menata ruangnya sendiri.

Buku 16

Aku Mencintaimu, Putri

Beri tahu anak secara aktif bahwa mereka disayangi, dan tunjukkan perhatian serta rasa hormat terhadap orang lain dalam kehidupan sehari-hari. - Profesor Lee Jung-hwa, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Indiana -

Buku 17

Tok, Tok, Siapa di Sini?

Bantulah anak-anak merasakan bahwa waktu makan adalah sesuatu yang dinikmati bersama oleh keluarga. Daripada mengomel di meja, bimbing berulang kali dengan kasih sayang dan kesabaran. - Profesor Lee Jung-hwa, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Indiana -

Buku 18

Selimut Tua Bayi Beruang

Jangan mengambil paksa benda keterikatan anak. Hargai perasaan dan pendapat anak mengenai hal tersebut, serta bantulah anak merasakan kasih sayang orang tua secara penuh. - Profesor Lee Kyung-sun, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 19

Kkaekong, Berhenti!

Saat anak mengamuk atau membentak, orang dewasa membutuhkan kesabaran dan konsistensi untuk tidak menyerah. Bantulah anak menyadari, melalui respons yang tenang, bahwa perilaku seperti itu tidak mencapai hasil yang diinginkan. - Profesor Lee Kyung-sun, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 20

Chugga-Chugga, Menarik Kereta

Kesediaan seorang anak untuk memberi kepada orang lain berperan penting dalam menjaga persahabatan. Pujilah perilaku yang murah hati sehingga anak belajar bahwa mengalah dan peduli terhadap teman bisa menjadi hal yang menyenangkan. - Profesor Lee Kyung-sun, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 21

Landak Berguling dan Jatuh

Biarkan anak-anak melihat orang dewasa saling memaafkan dan memberi semangat. Jelaskan apa yang salah, dan ketika anak meminta maaf, pastikan untuk memberikan pelukan hangat. - Profesor Lee Jung-hwa, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Indiana -

Buku 22

Keluarga Kacang

Selalu pertimbangkan suasana hati dan situasi bermain anak. Daripada perintah dibingkai sebagai larangan, lebih baik berikan arahan atau saran tertentu mengenai apa yang boleh dilakukan anak. - Profesor Lee Jung-hwa, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Indiana -

Buku 23

Mengendarai Gajah

Kisah pertumbuhan ini mendukung anak membuka kemampuan berbicara. Pengasuh diajak memberi pujian yang cukup ketika anak mengungkapkan kebutuhannya dengan kata-kata, sehingga anak lebih percaya diri berkomunikasi.

Buku 24

Bayi Beruang Pemalu

Menggunakan bahasa yang sopan hendaknya menjadi suatu kebiasaan. Sediakan banyak kesempatan sehari-hari bagi anak untuk mengucapkan “terima kasih” meski untuk hal-hal kecil. - Profesor Lee Jung-hwa, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Indiana -

Buku 25

Aku Bisa Tidur Sendiri

Cerita ini mendukung anak yang sedang belajar tidur sendiri. Isinya menekankan rasa percaya dan kepastian, sehingga anak merasa aman saat berpisah sebentar dari orang tua.

Buku 26

Ibu Sakit

Pujilah keinginan anak untuk membantu Ibu, lalu bicarakan dengan lembut apa yang bisa diperbaiki. Bermain pura-pura dan melakukan pekerjaan rumah sederhana bersama Ibu dapat membantu anak merasakan pekerjaan rumah tangga. - Profesor Jeon Yun-sook, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 27

Aku Juga!

Berikan banyak pujian ketika anak menunjukkan perilaku positif mengalah pada orang lain. Orang tua juga bisa memberi contoh dengan mengalah terlebih dahulu. - Profesor Jeon Yun-sook, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 28

Aku Tidak Ingin Pergi ke Tempat Penitipan Anak!

Beri tahu anak sebelumnya seperti apa kehidupan di tempat penitipan anak nantinya. Bantu bangun rasa percaya diri dengan memberi kesempatan untuk menunjukkan di rumah apa yang ia pelajari di tempat penitipan anak. - Profesor Jeon Yun-sook, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 29

Rubah, Rubah!

Daripada mengomeli anak agar makan seimbang, buatlah waktu makan terasa menyenangkan dan nyaman. Menyajikan makanan yang tidak terlalu merangsang dalam porsi yang sesuai di piring favorit dapat membantu anak menikmati makan. - Profesor Lee Kyung-sun, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 30

Si Pengompol Tengah Malam

Anak yang mengompol mudah menjadi penakut atau menarik diri. Daripada mempermalukan atau menghukumnya, pujilah anak ketika berhasil. Mengatur makanan dan minuman malam juga dapat membantu. - Profesor Lee Kyung-sun, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 31

Hadiah Ulang Tahun yang Sangat Istimewa

Ketika anak-anak tumbuh dewasa melihat anggota keluarga mengungkapkan rasa terima kasih satu sama lain, mereka secara alami dapat belajar berterima kasih kepada orang tuanya. - Profesor Lee Jung-hwa, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Indiana -

Buku 32

Apel Merah Milikku!

Bantulah anak-anak mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang lain dengan berbagai cara di luar kata-kata. Ini membantu mereka lebih memahami situasi yang memerlukan ucapan terima kasih. - Profesor Lee Jung-hwa, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Indiana -

Buku 33

Mengapa Kamu Menangis?

Dengarkan baik-baik ekspresi emosi anak dan akui ekspresi tersebut. Satu kata yang penuh empati dapat memberikan kelegaan emosional pada anak. - Profesor Lee Kyung-sun, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 34

Tidak, Tidak, Gaegoli

Dorong anak untuk menjelaskan secara jujur mengapa ia tidak menyukai sesuatu. Tunjukkan bahwa Anda memahami apa yang ia inginkan, kemudian dengan sabar dan penuh kasih jelaskan apa yang Anda harapkan. - Profesor Lee Jung-hwa, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Indiana -

Buku 35

Bulan Sabit Jatuh!

Orang tua sebaiknya menghindari proteksi berlebihan. Bantu anak memperluas pemahamannya terhadap orang lain melalui permainan yang melibatkan berbagi dengan teman dan berempati terhadap perasaan orang lain. - Profesor Jeon Yun-sook, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 36

Kami yang Berjalan Goyang dan Lira yang Terbang Bebas

Ketika anak-anak menunjukkan rasa hormat terhadap orang lain, pujilah mereka dengan murah hati. Ketika perilaku tidak pantas, jelaskan pada tingkat mereka mengapa mereka tidak boleh bertindak seperti itu. - Profesor Jeon Yun-sook, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 37

Ibu Menjadi Keras Kepala

Anak yang tantrum memerlukan bujukan yang logis dan tindak lanjut yang konsisten dari orang tua. Ketika mereka berhasil menunggu atau bertahan dengan baik, dorong mereka dengan pujian yang berlimpah. - Profesor Jeon Yun-sook, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 38

Kamu Jadi Ayah, Aku Jadi Ibu

Jika seorang anak terbiasa bermain dengan teman yang berjenis kelamin berbeda, akui pertemanan tersebut daripada memisahkan anak secara tiba-tiba, sekaligus menciptakan kesempatan untuk bermain dengan teman yang berjenis kelamin sama. - Profesor Jeon Yun-sook, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 39

Monster yang Menelan Woongi

Kisah pertumbuhan ini membantu orang tua memberi batasan yang konsisten tentang perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Dengan batasan yang jelas, anak memahami tindakan mana yang tidak dapat diterima.

Buku 40

Bayiku, Bayiku yang Berharga!

Bantulah anak-anak mengembangkan rasa kasih sayang terhadap makhluk hidup lainnya. Pengalaman merawat hewan peliharaan bersama orang tua dapat membantu mereka membangun rasa hormat terhadap kehidupan. - Profesor Jung-hwa Lee (PhD Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Indiana) -

Buku 41

Tidur Nyenyak, Naga Kecil!

Bertemu dengan teman sebaya yang tidak takut kegelapan melalui buku bergambar, video, atau media sejenisnya dapat membantu anak mengatasi rasa takutnya terhadap kegelapan. - Profesor Jung-hwa Lee (PhD Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Indiana) -

Buku 42

Inutu dan Beruang Kutub

Kecemburuan seorang anak bisa menjadi salah satu cara mengungkapkan keinginannya untuk diakui dan dicintai. Daripada membandingkan atau mengkritik saudara kandung, ciptakan banyak momen berduaan bersama. - Profesor Lee Kyung-sun, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 43

Perjalanan Luar Angkasa Noma

Bantulah anak-anak memahami bahwa menggunakan bahasa yang buruk dapat menyakiti perasaan orang lain, dan ajari mereka cara menggunakan kata-kata yang tepat. - Profesor Lee Jung-hwa, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Indiana -

Buku 44

Sudah Kubilang!

Anak-anak memerlukan teladan mendengarkan yang baik sejak usia dini. Lakukan kontak mata, dengarkan baik-baik sampai akhir, lalu tanggapi apa yang dikatakan anak. - Profesor Lee Jung-hwa, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Indiana -

Buku 45

Adikku Si Rewel

Tunjukkan kasih sayang yang banyak agar anak merasa yakin masih disayangi. Merawat adik bersama juga dapat membantu anak mempelajari peran yang tepat sebagai kakak. - Profesor Jeon Yun-sook, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 46

Dari Mana Asal Bayi Itu?

Saat anak bertanya tentang kelahiran bayi, jelaskan proses sebenarnya dengan sederhana dan hangat. Pastikan untuk memberi tahu mereka bahwa kelahiran bayi adalah proses yang membahagiakan dan diberkati. - Profesor Jeon Yun-sook, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 47

Bola Bulu, Bayi Kelinci

Ingatlah untuk memuji anak secara spesifik, bahkan untuk hal yang sangat kecil. Hal ini membantu anak-anak melihat diri mereka sebagai orang yang berharga dan tumbuh dalam rasa percaya diri. - Profesor Jung-hwa Lee (PhD Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Indiana) -

Buku 48

Kkuti Melakukan Sesuai Keinginannya

Sediakan berbagai mainan dan aktivitas yang dapat menarik minat anak. Penting untuk memulai dengan aktivitas yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat, kemudian secara bertahap tingkatkan durasi aktivitas anak. - Profesor Jung-hwa Lee (PhD Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Indiana) -

Buku 49

Dalam Perjalanan ke Rumah Nenek

Ajarkan peraturan lalu lintas berulang kali hingga mengikutinya menjadi kebiasaan. Daripada memarahi atau mengomel ketika anak tidak mengikuti aturan, lebih baik tunjukkan perhatian dan pujian ketika mereka melakukannya. - Profesor Kyung-sun Lee (PhD Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan) -

Buku 50

Beruang Bungsu yang Kikuk

Saat anak melakukan kesalahan, dengarkan ceritanya sebelum marah atau memarahinya. Cari tahu mengapa mereka bertindak seperti itu, dan bantu mereka memikirkan sendiri apa yang harus mereka lakukan di lain waktu. - Profesor Kyung-sun Lee (PhD Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan) -

Buku 51

Taman Bunga Putri

Ketika anak-anak bertindak sesuka mereka, bimbinglah mereka menuju pengendalian diri. Beri mereka peran kepemimpinan yang bertanggung jawab sehingga mereka dapat melatih kesabaran dan pengaturan diri. - Profesor Lee Kyung-sun, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 52

Teman Berharga yang Suatu Hari Akan Menjadi Ibu dan Ayah

Ajari anak-anak bahwa permainan yang berfokus pada tubuh yang tidak pantas dapat menyebabkan bahaya serius, dan bantulah anak perempuan belajar mengatakan, "Tidak" dengan jelas. - Profesor Jeon Yun-sook, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 53

Terlambat ke TK Lagi

Kisah ini mendukung rutinitas sehari-hari dan sikap positif terhadap taman kanak-kanak. Anak dibantu merasa senang pergi ke sekolah dan membangun kebiasaan hidup yang teratur.

Buku 54

Kita Perlu Mengatakan Kebenaran

Yang terpenting, tanggapi dengan hangat rasa sakit hati seorang anak dan bantulah anak tersebut merasa aman secara emosional. Jika ada tanda-tanda kesulitan, segera dapatkan bantuan dari psikiater anak atau ahli kesehatan mental. - Profesor Jeon Yun-sook, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 55

Bu, Kenapa Kemaluanku Membesar?

Saat anak menyentuh bagian pribadinya, tanggapi dengan tenang. Jika sudah menjadi kebiasaan, jelaskan dengan lembut tanpa mempermalukan anak, dan ajarkan bahwa bagian pribadi harus dihormati sekaligus jelaskan respons alami tubuh. - Profesor Jeon Yun-sook, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan -

Buku 56

Ttottor, Penyihir Kecil

Bimbing anak untuk menggunakan bahasa hormat ketika berbicara dengan orang dewasa. Bantu pula mereka mengamati sikap dan ekspresi wajah pendengar agar bisa berbicara dengan kesadaran akan perasaan lawan bicara. - Profesor Lee Jung-hwa, PhD dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Indiana -

Buku 57

Monyet dan Nenek Kue Beras

Ketika seorang anak mengatakan kebohongan yang jelas, tanggapilah tanpa memberikan terlalu banyak perhatian, dan buatlah percakapan sehari-hari dengan orang tua terasa nyaman. Penting untuk menciptakan lingkungan di mana anak-anak dapat berbicara dengan jujur dan nyaman tentang apa pun. - Profesor Jung-hwa Lee (PhD Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Indiana) -

Buku 58

Pengampunan Indah Ppona

Ketika konflik muncul, jangan memaksakan rekonsiliasi. Melalui percakapan, bantulah anak memahami posisi dirinya sendiri dan posisi orang lain, sehingga mereka dapat berdamai secara sukarela. - Profesor Kyung-sun Lee (PhD Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan) -

Buku 59

Rencana Bunglon untuk Mengusir Ular

Biarkan anak bermain dengan anak yang lebih kecil agar mereka dapat membangun rasa percaya diri. Ketika mereka terbiasa dengan lingkungan tersebut dan mendapatkan kepercayaan diri, bermain dengan teman sebayanya akan menjadi lebih mudah. - Profesor Yun-sook Jeon (PhD Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sungkyunkwan) -

Buku 60

Hadiah dari Dokkaebi

Sekalipun suara anak pelan, penting untuk membantu mereka membangun keberanian dan kepercayaan diri untuk mengekspresikan diri apa adanya. Daripada mencoba mengoreksi suara pelan, terimalah isi atau perilaku yang diungkapkan anak, dan terus puji serta berikan semangat kepada mereka. - Profesor Jung-hwa Lee (PhD Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Indiana) -